Story from Kubutambahan…
Radar Bali, Selasa, 15 Mei 2007
Kisah Tercecer dari Penyelamatan 2 Penumpang KM Sinar Baru
Temukan Willy-Mia Tersenyum, Aryan Malah Binggung, Dikira Gila
Bagi Willy dan Mia, menneer Aryan adalah juru selamat. Pasalnya, warga Negara Belanda itulah yang menyelamatkan pasangan suami-istri itu dari maut kala sedang mengambang di tengah laut karena kapal tenggelam. Berikut kisah heroic sang menneer Aryan.
FRANCELINO XXF, Kubutambahan
—
“KALAU saat itu tidak ada mister bule itu. Kami tidak tahu bagaimana nasib kami saat ini. Mungkin sudah tidak duduk disini lagi.” Itu seuntai kata-kata yang disampaikan dua korban selamat KM Sinar Baru yang tenggelam di perairan Desa Bukti, Kecamatan Kubutambahan, Buleleng, bernama Yusak William alias Willy dan istrinya Mia Asprilia Pelu Pesi, kemarin.
Pengakuan kedua warga Sanger, Toli-Toli, Sulawesi Tenggara itu tidak berlebihan. Sang menneer Aryan, pemilik Marina Club di Kubutambahan, inilah yang menjadi juru selamat bagi pasangan suami-istri ini. Aryan yang ditemui terpisah koran ini di Marina Club miliknya bercerita panjang lebar tentang upayanya menyelamatkan Willy dan Mia yang saat ini sudah tidak mampu lagi berenang ke darat. Aryan mengungkapkan sore itu sekitar pukul 17.00 wita, ia sedang berada di pantai di Desa Bukti, tempat yanglazim digunakannya untuk menikmati keindahan laut dengan boatnya.
Begitu melihat ada benda asing yang mencurigakan, Aryan yang saat itu bersama temannya langsung menyelidiki benda asing dengan teropong. Begitu mengetahui tanda-tanda manusia, Aryan pun langsung melakukan penyelamatan. Ia berenang ke arah korban dan terlebih dahulu menyelamatkan Mia. Setelah itu, Aryan mengambil boatnya dan memacu dalam kecepatan tinggi untuk menyelamatkan Willy.
“Lucunya, begitu saya temukan keduanya, tidak tampak dalam raut muka keduanya ada gambaran sedih. Tetapi malah happy. Saya yang justru binggung.Saya kira ini orang gila. Musibah kok tidak sedih malah happy,” tutur Aryan dalam bahasa Inggri dialek Belanda.
“Bahkan Mia sendiri tidak berani menginjak kaki di pasir kendati air sudah dangkal. Dia bila tidak berani, padahal sudah pendek. Saya kira dia anak kecil sehingga kakinya tidak sampai ke pasir. Tetapi setelah sampai di luar baru tahu orang dewasa. Kakinya keram tidak bisa diluruskan,” ceritanya lagi. Mia baru menunjukkan rasa sedih setelah beberapa saat dibaringkan di pinggir pantai.
Upaya penyelamatan dan pencarian Aryan terhadap korban KM Sinar Baru tidak sampai di situ saja. Malam harinya Aryan kembali melakukan pencarian denganmenggunakan boat pribadi. Begitupula kemarin siang, Aryan kembali turun ke laut mencari sembilan korban yang belum ditemukan selama empat jam hingga bensin boatnya habis.
Aryan berkisah bahwa saat itulah dirinya menemukan sebuah kapal yang hendak ke Madura, namun salah arah. Kapal itu bukannya berlayar ke arah barat malah kea rah timur. Itulah yang membuat Aryan tertawa dan lucu. “Saya ketemua kapal itu sampaikan bahwa saya sedang mencari satu kapal yang hilang. Dan dia bilang juga bahwa temannya sudah hilangsejak dua hari lalu. Dan dia ingin ke Madura. Itulah yang membuat saya tertawa. Masak dia tidak tahu
Bali. Saya bilang ini Bali kalau ke Madura yak e arah barat, kalau ke timur itu ke
Lombok,” cerita Aryan sambil tertawa terpingkal-pingkal.
Sementara hasil pantauan Koran ini kemarin, sejumlah pakaian orang dewasa dan anak-anak terdampar di pantai depan Marina Club. Diduga pakaian-pakaian itu milik para korban kecelakaan kapal nahas itu. ***
Saya ingin berbagi sedikit dari kisah nyata yang saya kutip dari harian Jawa Pos- Radar Bali mengenai penyelamatan KM Siantar beberapa waktu yang lalu. Saya mengenal Mr.Aryan sudah sangat lama, saat saya bekerja di perusahaan yang bergerak di bidang pengadaan alat-alat water sports,Mr.Aryan mempunyai kepribadian yang sangat unik,,banyak sekali pengalaman-pengalaman yang saya rasakan sewaktu saya ada di tempat dia,tapi satu hal yang saya dapat dari dia adalah jiwa sosial yang sangat tinggi dan juga rasa empati terhadap sesama.
Beberapa waktu lalu saya berkesempatan bertemu dia dan kami makan siang bersama,pada waktu itu kami makan siang di dermaga dekat pusat kota Singaraja ( saya lupa nama nya…pelupa terus ), saat itu kami banyak bercerita tentang peristiwa yang terjadi pada waktu dia melakukan penyelematan tersebut,pada waktu itu kami juga banyak bercerita tentang bali,pada intinya kami berbicara ” Bagaimana mana membuat Bali maju untuk kedepannya ? Banyak sekali pemikiran-pemikiran yang dia sampaikan kepada kami…yang pada intinya dia ingin Bali maju.
Tanpa melihat kekurangan yang dia miliki ( pasti semua orang memiliki kekurangan…), saya hanya melihat bahwa Mr. Aryan mempunyai hati di Bali…dan dia ingin berbuat sesuatu hal yang bermanfaat untuk pulau Bali .
Bali is My Life………
Comments(0)