Archive for September, 2007

Makanan Tradisional Bali

Siapa yang tidak terpukau dengan keindahan serta kedamaian yang dipancarkan oleh Pulau Bali? Keindahan Pulau ini memancing jutaan pasang mata, baik domestik maupun mancanegara untuk mengagumi keindahannya. Tak hanya panoramanya saja yang dicintai oleh masyarakat dunia, tetapi kulinernya pun menyimpan sejuta kelezatan yang tak kalah eksotisnya.
Masakan Bali memang terkenal dengan rasa pedas serta gurihnya.Mulai dari aneka sambal Bali, Gedang Mekuah, Lawar, Bebek Betutu, Sate Lilit, Ayam Pelalah , Tum Bebek,Wajik, Pancong, Jaja Batun Bedil, Bubuh Injin dan Godoh serta Pisang Rai dan mungkin masih banyak yang lainnya. Di balik kelezatan makanan di atas, ternyata tidak lah mudah untuk membuat makanan-makanan tersebut. Disamping bahan bakunya juga proses pembuatannya yang membutuhkan waktu, sehingga dapat mendapatkan hasil yang benar-benar lezat dan mak nyuuuus.

Sebagai contoh makanan yang populer di Bali adalah “Babi Guling dan Nasi Ayam Bali, di dalam makanan tersebut banyak sekali pelengkap yang disajikan selain bahan utamanya. Dan saya lihat sungguh tidak lah mudah untuk membuat itu semua.

Saat ini kita dapat menemui banyak sekali buku-buku resep makanan khas Bali yang sudah di modified, sehingga proses pembuatannya bisa lebih di sederhanakan. Tidak hanya itu banyak dari buku-buku itu yang di tulis oleh orang bule ( orang dari negara lain ), yang tentu saja mereka telah merasakan dan mencintai masakan tradisional Bali.

Selain buku-buku tersebut, saat ini juga sudah ada beberapa yang sudah membuka cooking class khusus untuk masakan Bali, baik yang bersifat pribadi maupun restaurant. Ini menandakan bahwa masakan tradisional Bali mempunyai citarasa dan keunikan tersendiri yang tidak di miliki di lain tempat.

Good Conversation

Wakidjan begitu terpesonanya dengan permainan piano Nadine.

Sambil bertepuk tangan, ia berteriak, “Not a play! Not a play!”

Nadine bengong. “Not a play?”
“Yes. Not a play. Bukan main.”

Tukidjo yang menemani Wakidjan terperangah.
“Bukan main itu bukan not a play, Djan.”

“Your granny (Mbahmu). Humanly I have check my dictionary
kok. (Orang saya sudah periksa di kamuskok)”

Lalu berpaling ke Nadine. “Lady, let’s corner (Mojok yuk).
But don’t think that are nots (Jangan berpikir yang bukan-bukan) .
I just want a meal together.”

“Ngaco kamu, Djan,” Tukidjo tambah gemes.

“Don’t be surplus (Jangan berlebihan), Djo. Be wrong a little is OK toch.?”

Nadine cuman senyum kecil. “I would love to, but …”

“Sorry if my friend make you not delicious (Maaf kalau teman saya bikin kamu jadi nggak enak)” sambut Wakidjan ramah.

“Different river, maybe (Lain kali barangkali). I will not be various kok (Saya nggak akan macam-macam kok).”

Setelah Nadine pergi, Wakidjan menatap Tukidjo dengan sebal.
“Disturbing aja sih, Djo. Does the language belong to your ancestor
(Emang itu bahasa punya moyang lu)?”

Tukidjo cari kalimat penutup. “Just itchy Djan, because you speak English as delicious as your belly button.”
(Gatel aja, Djan, soalnya kamu ngomong Inggris seenak udelmu dewe).

Wakidjan cuman bisa merutuk dalam hati, “His name is also effort.”
(Namanya juga usaha)

Ps :

Nama-nama yang ada di dalam cerita diatas hanyalah kahyalan, tanpa mau menyinggung yang memiliki nama seperti yang ada di dalam cerita di atas.

Sumber: anonim

Pencuri Impian

Ada seorang gadis muda yang sangat suka menari. Kepandaiannya menari sangat menonjol dibanding dengan rekan-rekannya, sehingga dia seringkali menjadi juara di berbagai perlombaan yang diadakan. Dia berpikir, dengan apa yang dimilikinya saat ini, suatu saat apabila dewasa nanti dia ingin menjadi penari kelas dunia. Dia membayangkan dirinya menari di Rusia, Cina, Amerika, Jepang, serta ditonton oleh ribuan orang yang memberi tepukan kepadanya.Suatu hari, dikotanya dikunjungi oleh seorang pakar tari yang berasal dari luar negeri. Pakar ini sangatlah hebat, dan dari tangan dinginnya telah banyak dilahirkan penari-penari kelas dunia. Gadis muda ini ingin sekali menari dan menunjukkan kebolehannya di depan sang pakar tersebut, bahkan jika mungkin memperoleh kesempatan menjadi muridnya. Akhirnya kesempatan itu datang juga. Si gadis muda berhasil menjumpai sang pakar di belakang panggung, seusai sebuah pagelaran tari. Si gadis muda bertanya: “Pak, saya ingin sekali menjadi penari kelas dunia. Apakah anda punya waktu sejenak, untuk menilai saya menari? Saya ingin tahu pendapat anda tentang tarian saya”. “Oke, menarilah di depan saya selama 10 menit”, jawab sang pakar.

Belum lagi 10 menit berlalu, sang pakar berdiri dari kursinya, lalu berlalu meninggalkan si gadis muda begitu saja, tanpa mengucapkan sepatah katapun.

Betapa hancur si gadis muda melihat sikap sang pakar. Si gadis langsung berlari keluar. Pulang ke rumah, dia langsung menangis tersedu-sedu. Dia menjadi benci terhadap dirinya sendiri. Ternyata tarian yang selama ini dia bangga-banggakan tidak ada apa-apanya di hadapan sang pakar. Kemudian dia ambil sepatu tarinya, dan dia lemparkan ke dalam gudang. Sejak saat itu, dia bersumpah tidak pernah akan menari lagi.

Puluhan tahun berlalu. Sang gadis muda kini telah menjadi ibu dengan tiga orang anak. Suaminya telah meninggal. Dan untuk menghidupi keluarganya, dia bekerja menjadi pelayan dari sebuah toko di sudut jalan.

Suatu hari, ada sebuah pagelaran tari yang diadakan di kota itu. Nampak sang pakar berada di antara para menari muda di belakang panggung. Sang pakar nampak tua, dengan rambutnya yang sudah putih. Si ibu muda dengan tiga anaknya juga datang ke pagelaran tari tersebut. Seusai acara, ibu ini membawa ketiga anaknya ke belakang panggung, mencari sang pakar, dan memperkenalkan ketiga anaknya kepada sang pakar.

Sang pakar masih mengenali ibu muda ini, dan kemudian mereka bercerita secara akrab. Si ibu bertanya, “Pak, ada satu pertanyaan yang mengganjal di hati saya. Ini tentang penampilan saya sewaktu menari di hadapan anda bertahun-tahun yang silam. Sebegitu jelekkah penampilan saya saat itu, sehingga anda langsung pergi meninggalkan saya begitu saja, tanpa mengatakan sepatah katapun?”

“Oh ya, saya ingat peristiwanya. Terus terang, saya belum pernah melihat tarian seindah yang kamu lakukan waktu itu. Saya rasa kamu akan menjadi penari kelas dunia. Saya tidak mengerti mengapa kamu tiba-tiba berhenti dari dunia tari”, jawab sang pakar.

Si ibu muda sangat terkejut mendengar jawaban sang pakar. “Ini tidak adil”, seru si ibu muda. “Sikap anda telah mencuri semua impian
saya. Kalau memang tarian saya bagus, mengapa anda meninggalkan saya begitu saja ketika saya baru menari beberapa menit. Anda seharusnya memuji saya, dan bukan mengacuhkan saya begitu saja. Mestinya saya bisa menjadi penari kelas dunia. Bukan hanya menjadi pelayan toko!”

Si pakar menjawab lagi dengan tenang “Tidak …. Tidak, saya rasa saya telah berbuat dengan benar. Anda tidak harus minum anggur satu barel untuk membuktidkan anggur itu enak. Demikian juga saya. Saya tidak harus menonton anda 10 menit untuk membuktikan tarian anda bagus. Malam itu saya juga sangat lelah setelah pertunjukkan. Maka sejenak saya tinggalkan anda, untuk mengambil kartu nama saya, dan berharap anda mau menghubungi saya lagi keesokan hari. Tapi anda sudah pergi ketika saya keluar. Dan satu hal yang perlu anda camkan, bahwa Anda mestinya fokus pada impina Anda, bukan pada ucapan atau tindakan saya.“

“Lalu pujian? Kamu mengharapkan pujian? Ah, waktu itu kamu sedang bertumbuh. Pujian itu seperti pedang bermata dua. Ada kalanya memotivasumu, bisa pula melemahkanmu. Dan faktanya saya melihat bahwa sebagian besar pujian yang diberikan pada saat seseorang sedang bertumbuh, hanya akan membuat dirinya puas dan pertumbuhannya berhenti. Saya justru lebih suka mengacuhkanmu, agar hal itu bisa melecutmu bertumbuh lebih cepat lagi. Lagipula, pujian itu sepantasnya datang dari keinginan saya sendiri. Tidak pantas Anda meminta pujian dari orang lain.“

“Anda lihat, ini sebenarnya hanyalah masalah sepele. Seandainya anda pada waktu itu tidak menghiraukan apa yang terjadi dan tetap menari, mungkin hari ini anda sudah menjadi penari kelas dunia.”

Mungkin Anda sakit hati pada waktu itu, tapi sakit hati Anda akan cepat hilang begitu Anda berlatih kembali. Tapi sakit hati karena penyesalan Anda hari ini tidak pernah bisa hilang selama-lamanya.”

Sumber:  http://hnd-training.com/?p=123

Bali Hotel

Bali Hotel

Batur Caldera, Potensi Wisata yang Masih Perawan

————————–

Pernah dengan Batur Caldera? Saya yakin, kebanyakan dari Anda belum pernah mendengar apa itu Batur Caldera. Apaan sih??

Batur Caldera

Batur Caldera adalah sebuah lembah yang terbentuk oleh letusan Gunung Batur tua ribuan tahun yang lalu yang merupakan salah satu caldera terbesar dan terindah di dunia. Lokasi tepatnya di Kintamani, Kabupaten Bangli.Sesungguhnya, hanya dengan berkunjung ke Penelokan saja sudah dapat menikmati keindahan caldera ini. Jika Anda sudah pernah ke Bali, tentu Anda tidak melewatkan momen untuk mengunjungi salah satu kawasan wisata terindah di Bali ini.

Namun, yang justru menjadi daya tarik tersendiri bagi saya adalah ketika saya melakukan hiking/trekking dari Penulisan melewati Desa Sukawana, Pinggan, Belandingan, Songan, Trunyan dan Abang.


Pemandangan dari Penulisan

Pemandangan dari sini luar biasa indahnya. Apalagi anda bisa menikmatinya sambil menunggu matahari terbit. Ketika saya turun dari mobil untuk memulai hiking ini bersama beberapa kawan dan tamu saya dari Perancis, saya sudah mendapat suguhan 3 gunung (gunung Batur, G. Abang, dan G. Agung) yang berdiri gagah di sebeleh tenggara saya. Sepintas ketiga gunung ini nampak seperti satu kesatuan yang membuatnya kelihatan makin perkasa.

Gunung Agung dan Gunung Batur merupakan gunung berapi yang masih aktif. Letusan terakhir Gunung Batur terjadi pada tahun 1994 berlajut sampai tahun 1997. Namun letusan ini tidak begitu besar. Aktifitas gunung Batur masih terbilang sangat aktif, karena sampai saat ini di setiap kawah Gunung Batur ditemui lubang-lubang kecil yang mengeluarkan hawa yang sangat panas dan mengandung belerang. (Banyak wisatawan yang berkunjung ke Gunung Batur memanfaatkan panas alami ini untuk memasak telur atau pisang)

Perjalanan dilajutkan menuju Desa Pinggan. Dari sini kita mendapatkan pemandangan Des Songan dan Gunung Batur di sebelah selatan. Di sebelah utara kita bisa melihat samudra (Selat Lombok). Dari sini pemandangan tidak jauh berubah sampai melewati Desa Belandingan.

 

 

 

 

Pemandangan yang paling indah akan kita jumpai ketika kita berada di atas Desa Songan dan Danau Batur tepatnya di Bubung Gede. Sungguh kombinasi pemandangan yang belum pernah saya temukan dimana pun. Di sebelah barat kita disuguhi pemadangan Danau Batur dan Gunung Batur, di sebelah selatan nampak Gunung Abang dan Gunung Agung, sedangkan di sebelah timur kita bisa melihat Selat Lombok dan Pulau Lombok. Jika beruntung (cuaca cerah), Anda akan disuguhi pemandangan Gunung Rinjani di Lombok. Sungguh saya tidak bisa menceritakan dengan kata-kata pemandangan ini.

Setelah puas saya menikmati pemandangan dari sini, saya melajutkan perjalanan melewatu puncak Batur Caldera sebelah timur menuju Gunung Abang. Dari pinggang Gunung Abang Anda bisa melajutkan mendaki Gunung Abang atau turun ke Trunyan. Pemandangan dari puncak Gunung Abang tentu semakin indah karena tempatnya makin tinggi.

Namun, jika Anda sudah merasa cukup sampai disini, Anda bisa langsung turun ke Trunyan. Di Trunyan Anda akan disambut oleh masyarakat disana yang menawarkan perhau motor untuk meneyeberang ke Toyabungkah atau Kedisan plus mengunjungi kuburan Desa Trunyan.

Desa Trunyan merupakan salah satu desa tua di Bali (Bali Aga). Disini terdapat tradisi yang sangat unik, dimana mayat yang biasanya dikubur atau dibakar di daerah lainnya di Bali, disini hanya ditidurkan dan ditutupi dengan ancak saji (pagar dari bambu yang dibentuk sedemikian rupa). Namun ajaibnya, meski mayat tidak dikubur, namun sama sekali tidak mengeliarkan bau busuk layaknya bau mayat. Konon, menurut kepercayaan masyarakat, bau mayat ini dinetralisir oleh pohon taru menyan yang tumbuh besar di samping kuburan Desa Trunyan.

Up to you…

Rokok bisa menjadi teman seseorang saat bekerja, sendirian, atau sedang menunggu sesuatu/seseorang.
Ini MINUS dan PLUS-nya…
Minus…:
Tahukah anda, racun apa saja yang
terkandung dalam sebatang rokok dan
bahayanya?
1. Hydrogen Cyanide (racun untuk hukuman mati)
2. Acetone (penghapus cat)
3. Toluidine (CH3NH2)
4. Napthylamine
5. Ammonia (pembersih lantai)
6. Methanol (bahan bakar roket)
7. Urethane
8. Pyrene
9. Dimethylnitrosamine
10.Pelarut Industri (CH3)
11.Kapur barus (Napthalene)
12.Arsenic
13.Cadmium - dipakai pada accu mobil
14.Dibenzacridine
15.Carbon monoxide - dari asap kendaraan bermotor
16.Phenol (OH)
17.Benzopyrene
18.Butane (bahan bakar korek api)
19.Polonium 210
20.Vinyl chloride (bahan plastik PVC)
21.Nikotin
22.TAR

Plus…:
1. Anti nyamuk!
Seorang perokok bisa menjauhkan dirinya dari penyakit yang disebabkan nyamuk (asap rokok bisa jadi pengusir nyamuk).
2. Anti Maling!
Seorang maling yang mendekati rumah, dimana rumah tersebut dihuni oleh orang yang merokok, tentu membuat maling berpikir ulang untuk nekat masuk. Biasanya ada suara batuk2 terdengar, si penghuni rumah memberi kesan tetap terjaga di malam hari.
3. Efek relax dan nikmat luar biasa!
Tidak hanya disebabkan oleh bahan-bahan (yang katanya beracun) yang terkandung di dalam batang rokok, ini juga bisa dinikmati oleh orang-orang di sekitar si perokok. Terlebih bila si perokok adalah kaum hawa. Banyak lho kaum pria yang sangat relax dan merasa nikmat luar biasa di dekat wanita yang suka me”rokok”!? :-) 4.Awet muda!
Jika kebiasaan merokok dimulai sejak usia muda. Efek awet muda dari rokok sangat ampuh sekali!. Orang tersebut tidak akan pernah jadi tua atau bahkan nampak tua. Ya…, paling banter usia 40 udah menghadap penciptanya!

Informasi di atas hanya share saja, sikapi terserah anda…

Tetap waspada…

Dua rumah milik warga di Cimahi, Jawa
Barat, Sabtu (8/9) siang, digerebek.
Polisi menduga rumah permukiman di
pinggir rel kereta di Cigugur Tengah,
Cimahi itu menjadi tempat penyimpanan
bahan peledak. Dugaan itu tak meleset.
Ditemukan sejumlah bahan peledak dan
alat pembuatan bom. Polisi menetapkan
seorang tersangka.

Polisi dan Detasemen Khusus Antiteror
menemukan 20 kilogram belerang, serbuk
aneka warna yang belum diketahui
jenisnya, dan bahan baku detonator.
Barang tersebut kemudian dibawa ke
Markas Kepolisian Resor Cimahi sebelum
akhirnya dibawa ke Markas Brigade Mobil
Kepolisian Daerah Jabar.

Menurut Kepala Polda Jabar, Inspektur
Jenderal Polisi Soenarkom keberadaan
bahan peledak di Cigugur Tengah itu
diketahui dari pengembangan kasus
ledakan di kawasan Ciwidey, Kabupaten
Bandung, Kamis pekan silam. Sejauh ini
polisi sudah memeriksa 15 orang. Belum
ada jelas keterkaitan ledakan di Ciwidey
dan penemuan bahan mencurigakan di
Cimahi ini dengan terorisme.

Sekolahku…

Sekolah ku

Seiring dengan kemajuan yang ada di Bali saat ini, banyak juga fasilitas-fasilitas umum yang dibangun maupun yang diperbarui.Secara tidak langsung fasilitas-fasilitas umum tersebut dapat sangat menunjang untuk kemajuan yang ada di pulau Bali.

Dalam rubrik ini saya hanya ingin menulis tentang fasilitas pendidikan yang ada di Bali. Banyak kita lihat pembangunan-pembangunan sarana pendidikan, mulai dari tingkat playgroup sampai perguruan tinggi. Tapi sayangnya biaya yang mereka tawarkan benar-benar bikin kepala saya pusing. Saya mengalami pada saat anak saya akan masuk sekolah dasar, biaya yang diminta sangat besar, tapi saya teringat slogan yang ada di acara salah satu tv swasta ” What you see ,what you get ” , ya mau tidak mau saya harus membayar untuk semua itu.

Beberapa waktu lalu saya melintas di daerah Kerobokan, saya melihat sebuah sekolah yang menurut saya sungguh sangat memprihatinkan.Melihat di daerah tersebut banyak sekali Villa-villa yang mewah, yang mungkin pembangunannya membutuhkan biaya yang sangat besar dan ada beberapa sekolah-sekolah internasional yang di bangun di daerah tersebut. Saya sempat berpikir ” Apa sekolah untuk kita harus berbentuk seperti itu ? “, ya pertanyaan itu hanya untuk diri saya sendiri saja.

Sebenarnya pemerintah sudah mulai berusaha untuk dapat menambah anggaran pendidikan untuk dapat menjadi 20 % dari APBN ( Anggaran Pendapatan Belanja Negara ) , tapi baru terpenuhi sekitar 12 % saja. Sebenarnya kita dapat melibatkan beberapa pihak untuk dapat meningkatkan taraf pendidikan, tanpa harus bergantung pada pihak pemerintah. Salah satu cara adalah dengan menarik semacam retribusi khusus untuk peningkatan sarana pendidikan yang ada di daerah setempat, mungkin selama ini restribusi tersebut hanya dialamatkan untuk desa atau acara-acara yang lain, tidak ada salahnya kalau kita mau mengetuk hati para investor tersebut, untuk dapat menyisihkan sedikit dana untuk sarana pendidikan di daerah tersebut. Mungkin di setiap desa di bentuk suatu kepengurusan yang membidangi khusus masalah pendidikan.