Archive for March, 2008

Kantorku di Mana-mana

Beberapa hari yang lalu saya sempat melakukan diskusi dengan beberapa teman terkait pekerjaan. Mereka rata-rata heran melihat cara bekerjaku. Berangkat jam 8 pagi datang jam 5 sore merupakan kebiasaan sehari-hari yang tidak bisa mereka rubah. Merubahnya berarti mempertaruhkan pekerjaannya. Sementara aku bisa berangkat ke kantor jam 10 atau jam 11. Atau bahkan tidak perlu ke kantor. Biasanya timbul pertanyaan, kerjaanmu apa, Di?

Saya biasanya bilang, saya bekerja sama seperti kamu, cuma bedanya kamu harus datang ke kantor, saya bisa kerja dari rumah. Kenapa saya bisa kerja dari rumah? Karena kantor saya memang ada dimana-mana. Asalkan ada jaringan selular atau kabel untuk colokan TelkomNet atau host spot dan aku membawa laptopku yang sudah usang, disanalah kantorku.

Read more »

Makan Malam & Free Hotspot di d’Palensa Renon

Beberapa hari belakangan ini saya mengalami sedikit masalah koneksi internet. Sebelumnya saya menggunakan Starone paket 1 GB seharga 90 ribu per bulan. Berhubung saya terlalu internetaholic, jatah 1 GB ternyata tidak mencukupi. Saya bisa menghabiskan bandwith sampai 3 GB perbulan. Ujung-ujungnya tagihan Starone bisa mencapai 500 ribu sebulan.

Akhirnya saya mencoba beralih provider, dan mendaftar ke Bali Media Net dengan paket Easy-nya seharga 490 ribu sebulan dengan unlimited bandwidth. Setelah dijajal selama 2 hari akhirnya saya memutuskan untuk tidak berlangganan. Kecepatan yang ditawarkan adalah 128 Kbps sharring 12.Ternyata lambat sekali. Saya disarankan untuk upgrade ke paket easy lainnya seharga 990 ribu sebulan. Kemahalan buat kantong saya :(
Read more »

Tajen Sebagai Komoditas Politik

tajen dan politikAh, tajen yang dulu dilarang dan begitu gencarnya dibasmi. Kini menjadi komoditas politik. Memang ketika nafsu kuasa sudah merasuk, hati nurani memang bisa tergadai. Apa yang terucap kan bisa ditarik kembali. Apalagi hanya sebuah tajen
Bukannya mau sok politis atau pro dan kontra sama tajen. Tapi ini masalah sebuah konsistensi niat. Read more »

Selamat Hari Raya Nyepi Saka 1930

Titiang sekeluarga mengucapkan Selamat Hari Raya Nyepi Saka 1930.

Selamat Hari Raya Nyepi Mohon Maaf Lahir & Bhatin.

Masihkan Ogoh-ogoh Ber’taksu’?

Ogoh-ogohMasalah seni, jangan ragukan lagi kemampuan masyarakat Bali mengapresiasi seni. Setiap gerakan tangan adalah penciptaan patung-patung indah dan menjadi komoditi ekspor. Setiap goyangan badan, adalah tarian yang seakan mempunyai roh dalam setiap gerak tari itu.  Dan tentu masih ada beribu cara orang Bali mengapresiasi seni lainnya.

Ogoh-ogoh adalah salah satu hasil kreatifitas seni masyarakat Bali. Ogoh-ogoh yang biasa dibuat dalam rangka menyambut Hari Raya Nepi merupakan salah bukti bahwa sebagian besar masyarakat Bali adalah seniman. ….

Read more »