Archive for April, 2008

Di, Kamu Ultah 3 Kali Setahun Dong?

Wow, berarti kamu ultah 3 kali dalam setahun dong? Kira-kira sejenis itu ungkapan yang biasa saya terima dari rekan-rekan kerja yang terutama berasal dari luar Bali. Ungkapan di atas muncul ketika biasanya saya permisi pulang lebih dahulu dari kantor karena harus pulang lebih awal untuk otonan. Otonan adalah ritual ulang tahun masyarakat Bali*) yang datang setiap 6 bulan sekali.

Read more »

Warung Babi Guling Men Suka

Kalo tidak membawa bekal ke kantor biasanya saya makan siang di Tiara Food Court. Selain pilihan menunya banyak, harga yang murah juga menjadi pertimbangan. Kalau lagi bosan makan di Tiara, biasanya nyari warung terdekat dari kantor, namanya Warung Babi Guling Men Suka. Menunya, ya tentu saja nasi plus babi guling. Tidak ada menu lainnya. Tempatnya tidak besar, karyawannya tidak banyak, belum pakai PDA untuk melayani order tamu. Toh, orang yang makan disana selalu banyak. Bahkan banyak pula wisatawan (mungkin Jepang atau Korea) atau turis lokal yang sedang berwisata di Bali yang makan disana.
Read more »

Jangan Baca Berita Dengan Tanda Baca Bintang (*)

jangan-baca-1.jpg

Gerakan ini didedikasikan untuk pembaca surat kabar yang telah dibodohi karena membaca tulisan pesanan. Perhatikan tiap berita yang mencoba memanipulasi pembaca dengan menyertakan tanda bintang (*) di akhir artikel.

Makin banyak media yang berani menurunkan berita pesanan (yang bisa dibeli) tanpa memberi tanda bahwa itu advetorial atau berita iklan. Bahkan, berita itu tidak biberi garis api-tanda tegas untuk membedakan iklan dan berita.

Tragisnya lagi, berita tanda bintang makin merajalela, tak lagi malu-malu. Berita iklan kini di halaman depan alias headline!

Maka dari iru, demi manusia yang makin tengik, bumi yang makin terbakar dengan gombal dan narsis yang tak beradab, sudahilah membaca artikel tanda bintang. Kalau perlu, jangan beli korannya.

Selengkapnya di : http://lodegen.wordpress.com/2008/04/01/jangan-baca-berita-tanda-bintang/

Didi, You Have to Take a Rest!!!

Ya, akhirnya aku tepar. Badanku panas dingin, DEMAM! Makan gak enak, tidur tak nyenyak dari dua hari yang lalu. Bahkan melihat tuts keyboard komputer pun sempat muak dan bikin muntah. Untunglah hari ini sudah bisa bangun dan tidak muak lagi melihat komputer.

Awalnya karena saya terlalu sombong, mirip halnya dengan cerita Pan Belognya Bli Anton. Saya terlalu sombong untuk tidak memakai jaket di tengah malam dinginnya hawa di Pura Besakih. Padahal teman-teman dan saudara-saudara sudah menyarankan membawa jaket kalo mau mekemit disana. Tapi dasar “belog ajum”, saya mengabaikan peringatan mereka. Akhirnya pagi-pagi balik dari Besakih sudah mulai merasa badan ini meriang.

Dan sorenya, saya tepar……………………………..

Dan dua hari cuma di kamar.