Archive for June, 2008

Kalpataru ditengah Rusaknya Hutan Lindung dan Alam Kintamani

Beberapa waktu yang lalu, warga masyarakat Desa Buahan Kecamatan Kintamani, salah satu desa yang bertetangga dengan desaku mendapatkan penghargaan tertinggi di bidang pelestarian lingkungan hidup, Kalpataru. Antusiasme masyarakat Buahan nampak dari semangat mereka mengarak trofi Kalpataru sepanjang perjalanan dari Bangli menuju Desa Buahan. Kebanggaan terpancar dari wajah-wajah polos mereka. Guratan-guratan ketuaan di wajah bapak-bapak itu laksana lenyap tatkala mereka merasakan kegembiraan dan kebanggan mengarak trofi Kalpataru itu.

Wajarlah jika mereka berbangga diri. Penghargaan itu diserahkan langsung oleh Presiden SBY kepada salah seorang perwakilan warga Buahan. Dan, prestasi itu merupakan prestasi yang jarang bisa didapatkan oleh sebuah kelompok masyarakat. Mereka dianggap mampu melestarikan hutan lindung yang berada di sekeliling desa Buahan. 

Desa Buahan merupakan salah satu desa yang masuk ke dalam wilayah Bintang Danu Berada di antara Desa Kedisan dan Abang. Berada di sebelah selatan Danau Batur, di bawah tebing pinggiran kaldera Batur sebelah selatan. Tebing ini ditumbuhi beraneka jenis tanaman tropis yang cukup lebat. Mungkin karena mampu mempertahankan kelestarian hutan lindung di sebelah selatan dan barat desa inilah yang akhirnya mengantarkan masyarakat Desa Buahan mendapatkan penghargaan ini.

Jika Desa Buahan mampu membuat saya ikut merasa bangga sebagai warga Kintamani, tidak demikian halnya dengan Desa-desa lain yang juga masuk kawasan Bintang Danu. Di Batur misalnya, daerah sekitar Pura Jati yang harusnya menjadi bagian dari hutan lindung Gunung Batur kini bopeng, karena maraknya galian C dan banyaknya bangunan darurat yang dibuat masyarakat disana guna keperluan menginap hanya untuk beberapa hari ketika ada piodalan di Pura Jati.

Demikian pula di Songan, tidak jauh berbeda. Di Banjar Tabu, sebuah sekolah hampir nyemplung ke dasar tanah. Pinggiran sekolah sudah dikeruk habis oleh masyarakat untuk digali pasirnya. Akibatnya, sebuah sekolah menjadi korban. Toh masyarakat cuek saja. Asal masih bisa gali pasir, dan menghasilkan uang, peduli amat. Sekolah urusan pemerintah………….. Begitu sering saya dengar… Menyedihkan.

Di Trunyan, sama saja. Hutan di areal Gunung Abang tiap tahun terbakar. Entah kebakaran itu disengaja, atau tidak. Yang jelas kebakaran itu bukan saja menimbulkan dampak bagi kawasan Gunung Abang saja, tapi meluas sampai ke daerah-daerah sekitarnya. 

Sebagian besar memang alam Kintamani, yang konon dulu merupakan kawasan wisata kaldera terindah di dunia sudah dikorbankan untuk keserakahan manusia. Semuanya memang atas nama materi. Ketika perut sudah menununtut isi, siapa yang akan peduli terhadap masalah yang akan timbul 50 tahun lagi?

Kebijakan pemerintah terkadang terasa aneh. Ketika alam sudah rusak parah, yang terjadi bukannya reboisasi atau upaya pembenahan, malah di sekitar Pura Jati, tanah hutan terkesan dibagi-bagi. Hutan yang harusnya menjadi penyangga kelestarian ekosistem kini beralih fungsi mnenjadi lahan pertanian. 

Setiap kali pulang kampung, saya melihat semakin berkurang pohon-pohon tinggi itu, karang-karang sisa letusan itu yang dulu menjulang memberi pemandangan yang khas daerah pegunungan kini telah menjadi bagian dari tembok-tembok rumah.

Apakah ketika nanti saya punya anak dan saya ajak pulang ke Kintamani, akankah masih mendapatkan pemandangan yang indah itu???

Kalpataru, semoga bukan cuma penghargaan dan trofi cantik. Kintamani perlu perubahan. 

 

 

 

Empat Hari Menjelajah Bali (Hari Pertama)

Ini kali pertama saya melakukan perjalanan selama empat hari penuh dan benar-benar menempatkan posisi saya sebagai seorang wisatawan atau turis. Meski saya sebenarnya bertindak sebagai pemandu wisata saat itu, tapi saya ingin larut dengan suasana tamu saya. Sebelumnya, jika saya melakukan perjalanan di seluruh Bali, saya selalu berperan sebagai pemandu wisata. Jadi tidak menikmati perjalanan sebagai mana layaknya seorang wisatawan.

Dan ternyata, mejelajahi Bali memang tidak ada habisnya. Waktu empat hari memang terlalu pendek untuk bisa menjelajah tempat-tempat terbaik dan atraksi-atraksi wisata terhebat di Pulau Dewata.

OK, kita mulai saja perjalanan kita.

Hari Pertama

Tari Barong di Batubulan
Berawal dari mejmeput tamu saya di sebuah hotel bintang lima di Kuta sekitar jam 9 pagi, kami memulai perjalanan di hari pertama untuk mengujungi pertunjukan tari barong di daerah Batubulan, berada di antara perbatasan Kota Denpasar dan Kabupaten Gainyar.

Tari barong sebenarnya merupakan tarian yang disakralkan oleh masyarakat Hindu Bali. Tari barong merupakan salah satu tari “Bebalian”, yaitu tari pelengkap upacara keagamaan Hindu di Bali. Sedangkan tari yang memang dikhususkan sebagai sarana hiburan disebut dengan tari “Bebalihan atau Bali-balihan”.

Tari barong mengisahkan peperangan yang terjadi antara barong melawan rangda. Barong merupakan simbol dari kebaikan sedangkan Rangda merupakan simbol dari kejahatan. Secara simbolik tarian ini menggambarkan peperangan antara kebenaran/kebaikan melawan kejahatan, dimana akhirnya pihak kebaikan yang menang.

Barong Ket atau Barong Keket adalah tari Barong yang paling banyak terdapat di Bali dan paling sering dipentaskan serta memiliki pebendaharaan gerak tari yang lengkap. Dari wujudnya, Barong Ket ini merupakan perpaduan antara singa, macan, sapi atau boma. Badan Barong ini dihiasi dengan ukiran-ukiran dibuat dari kulit, ditempel kaca cermin yang berkilauan dan bulunya dibuat dari perasok (serat dari daun sejenis tanaman mirip pandan), ijuk atau ada pula dari bulu burung gagak.

Untuk menarikannya Barong ini diusung oleh dua orang penari yang disebut Juru Saluk / Juru Bapang, satu penari di bagian kepala dan yang lainnya di bagian pantat dan ekornya. Tari Barong Keket ini melukiskan tentang pertarungan kebajikan (dharma) dan keburukan (adharma) yang merupakan paduan yang selalu berlawanan (rwa bhineda). Tari Barong Ket diiringi dengan gamelan Semar Pagulingan.

Sementara, saya tidak akan utarakan urutan tariannya di sini, karena terlalu panjang. Lain waktu akan saya bahas mengenai runtutan dari tari barong ini.

Batik Artshop
Perjalanan berlanjut mengunjungi artshop batik juga masih di daerah Batubulan. Di sini kita melihat bagaimana proses pembuatan batik, dari mulai menenun kain, melukis pola batik, menggambar batik dengan tinta khusus, sampai proses penyelesaian akhir hingga menghasilkan kain batik dengan beraneka corak dan warna. Juga dapat membeli beraneka ragam pakaian dan aksesoris berbahan dasar batik di sini.

Kerajinan Emas & Perak Celuk
Dari kerajinan batik perjalanan kami berlanjut untuk melihat kerajinan emas dan perak yang berada di daerah Celuk, cuma sekitar 10 menit ditempuh dari pusat kerajinan batik tadi. Seperti halnya kerajinan batik tadi, disini juga dapat dijumpai bagaimana proses peleburan perak menjadi perhiasan yang memukau. Dan tentu belum lengkap jika belum membeli beberapa oleh-oleh sebagai kenang-kenangan disini.

Akhirnya setelah beberapa saat tulisan ini, kembali saya berniat menyambungnya. Juga atas permintaan beberapa teman, akhirnya malam ini saya coba merangkum yang masih tersisa di memori otak ini.

OK, kita lanjut. Setalah mengujungi pusat kerajinan emas dan perak di Celuk, perjalanan kami lanjutkan ke Goa Gajah, sebuah tempat berupa gua tua yang di pintu masuknya terdapat ukiran-ukiran khas Bali dan juga terdapat pura disana. Informasi tentang Goa Gajah dapat dibaca disini

Pindah Rumah…..

Maksudnya bukan pindah rumah beneran…
Tapi, blogku yang disini nih pindah ke http://bali.ikads.com
Love to sharing my thoughts there. See you there.
Pintu terbuka untuk pengujung.
Mari.. yuksss… mari

Pilah-pilah Pilih-pilih Statistik untuk Blog Anda

Setalah berkelana dan berkenalan dengan berbagai web statistik dan analisis untuk beberapa website dan blog saya, akhirnya pilihan jatuh pada Woopra, sebuah aplikasi web statistik (website tracking & analytics) yang meski masih dalam tahap beta version, namun mampu menawarkan berbagai kelebihan yang tidak ditawarkan oleh web tracker lain.

Woopra

Secara umum memang fasilitas yang ditawarkan sama dengan web tracker lainnya. Seperti jumlah pengujung website, keyword analisis, dan sebagainya. Yang membedakannya dan membuatnya unggul dari web tracker lainnya seperti:

Real Time Analytics
Anda bisa mengawasi dan memonitor dari mana saja dan berapa orang yang sedang melihat2-lihat blog Anda. Dari mana datangnya, menggunakan kewyord apa, sedang membuka halaman yang mana, semuanya tersaji dalam satu interface yang cukup menarik

Stand Alone Application
Tidak seperti kebanyakan web tracker yang lain, dimana setiap kali hendak melihat statistik website harus membuka website terlebih dahulu kemudian login untuk mengaksesnya. Dengan woopra, Anda bisa download softwarenya, install dan jadilah stand alone application, tanpa anda harus membuka browser dan login setiap anda akan melihat perkembangan wesite Anda.

Click to Chat
Ini yang paling saya suka. Ketika Woopra mendeteksi ada pengunjung yang masuk ke blog Anda, anda bisa langsung mengundangnya untuk chatting.

Wordpress Plugin
Kesulitan menginstallnya? Tidak lagi, karena Woopra menyediakan plugin untuk wordpress. Tinggal download, upload ke directori plugin blog anda, aktifkan, dan anda bisa segera melakukan tracking.

Multiple Website
Tidak perlu banyak account untuk banyak website. Cukup satu account dan anda bisa melakukan tracking berapa pun website yang anda mau

Gratis
Siapa sih yang nggak mau gratis???

Sedangkan yang lain saya lihat masih sama dengan website tracker pada umumnya. Untuk menjajalnya Anda bisa langsung register di websitenya.

Beberapa pilihan website tracker yang mungkin bisa Anda coba juga:

1. Google Analitics

2. StatCounter

3. Get Clicky

4. Extreme Tracking

5. Dan masih banyak lagi. Coba Googling