Jangan Baca Berita Dengan Tanda Baca Bintang (*)

jangan-baca-1.jpg

Gerakan ini didedikasikan untuk pembaca surat kabar yang telah dibodohi karena membaca tulisan pesanan. Perhatikan tiap berita yang mencoba memanipulasi pembaca dengan menyertakan tanda bintang (*) di akhir artikel.

Makin banyak media yang berani menurunkan berita pesanan (yang bisa dibeli) tanpa memberi tanda bahwa itu advetorial atau berita iklan. Bahkan, berita itu tidak biberi garis api-tanda tegas untuk membedakan iklan dan berita.

Tragisnya lagi, berita tanda bintang makin merajalela, tak lagi malu-malu. Berita iklan kini di halaman depan alias headline!

Maka dari iru, demi manusia yang makin tengik, bumi yang makin terbakar dengan gombal dan narsis yang tak beradab, sudahilah membaca artikel tanda bintang. Kalau perlu, jangan beli korannya.

Selengkapnya di : http://lodegen.wordpress.com/2008/04/01/jangan-baca-berita-tanda-bintang/

Didi, You Have to Take a Rest!!!

Ya, akhirnya aku tepar. Badanku panas dingin, DEMAM! Makan gak enak, tidur tak nyenyak dari dua hari yang lalu. Bahkan melihat tuts keyboard komputer pun sempat muak dan bikin muntah. Untunglah hari ini sudah bisa bangun dan tidak muak lagi melihat komputer.

Awalnya karena saya terlalu sombong, mirip halnya dengan cerita Pan Belognya Bli Anton. Saya terlalu sombong untuk tidak memakai jaket di tengah malam dinginnya hawa di Pura Besakih. Padahal teman-teman dan saudara-saudara sudah menyarankan membawa jaket kalo mau mekemit disana. Tapi dasar “belog ajum”, saya mengabaikan peringatan mereka. Akhirnya pagi-pagi balik dari Besakih sudah mulai merasa badan ini meriang.

Dan sorenya, saya tepar……………………………..

Dan dua hari cuma di kamar.

Kantorku di Mana-mana

Beberapa hari yang lalu saya sempat melakukan diskusi dengan beberapa teman terkait pekerjaan. Mereka rata-rata heran melihat cara bekerjaku. Berangkat jam 8 pagi datang jam 5 sore merupakan kebiasaan sehari-hari yang tidak bisa mereka rubah. Merubahnya berarti mempertaruhkan pekerjaannya. Sementara aku bisa berangkat ke kantor jam 10 atau jam 11. Atau bahkan tidak perlu ke kantor. Biasanya timbul pertanyaan, kerjaanmu apa, Di?

Saya biasanya bilang, saya bekerja sama seperti kamu, cuma bedanya kamu harus datang ke kantor, saya bisa kerja dari rumah. Kenapa saya bisa kerja dari rumah? Karena kantor saya memang ada dimana-mana. Asalkan ada jaringan selular atau kabel untuk colokan TelkomNet atau host spot dan aku membawa laptopku yang sudah usang, disanalah kantorku.

Read more »

Makan Malam & Free Hotspot di d’Palensa Renon

Beberapa hari belakangan ini saya mengalami sedikit masalah koneksi internet. Sebelumnya saya menggunakan Starone paket 1 GB seharga 90 ribu per bulan. Berhubung saya terlalu internetaholic, jatah 1 GB ternyata tidak mencukupi. Saya bisa menghabiskan bandwith sampai 3 GB perbulan. Ujung-ujungnya tagihan Starone bisa mencapai 500 ribu sebulan.

Akhirnya saya mencoba beralih provider, dan mendaftar ke Bali Media Net dengan paket Easy-nya seharga 490 ribu sebulan dengan unlimited bandwidth. Setelah dijajal selama 2 hari akhirnya saya memutuskan untuk tidak berlangganan. Kecepatan yang ditawarkan adalah 128 Kbps sharring 12.Ternyata lambat sekali. Saya disarankan untuk upgrade ke paket easy lainnya seharga 990 ribu sebulan. Kemahalan buat kantong saya :(
Read more »

Tajen Sebagai Komoditas Politik

tajen dan politikAh, tajen yang dulu dilarang dan begitu gencarnya dibasmi. Kini menjadi komoditas politik. Memang ketika nafsu kuasa sudah merasuk, hati nurani memang bisa tergadai. Apa yang terucap kan bisa ditarik kembali. Apalagi hanya sebuah tajen
Bukannya mau sok politis atau pro dan kontra sama tajen. Tapi ini masalah sebuah konsistensi niat. Read more »

Selamat Hari Raya Nyepi Saka 1930

Titiang sekeluarga mengucapkan Selamat Hari Raya Nyepi Saka 1930.

Selamat Hari Raya Nyepi Mohon Maaf Lahir & Bhatin.

Masihkan Ogoh-ogoh Ber’taksu’?

Ogoh-ogohMasalah seni, jangan ragukan lagi kemampuan masyarakat Bali mengapresiasi seni. Setiap gerakan tangan adalah penciptaan patung-patung indah dan menjadi komoditi ekspor. Setiap goyangan badan, adalah tarian yang seakan mempunyai roh dalam setiap gerak tari itu.  Dan tentu masih ada beribu cara orang Bali mengapresiasi seni lainnya.

Ogoh-ogoh adalah salah satu hasil kreatifitas seni masyarakat Bali. Ogoh-ogoh yang biasa dibuat dalam rangka menyambut Hari Raya Nepi merupakan salah bukti bahwa sebagian besar masyarakat Bali adalah seniman. ….

Read more »

Pengalaman Naik Dokar Hari Ini…

Lomba dokarHarusnya tulisan ini saya tulis kemarin, berhubung saya tidak sempat menyelesaikannya kemarin akhirnya saya lanjutkan hari ini. Saya cuma mau berbagi pengalaman naik dokar hari ini.

Hari ini saya berkesempatan naik dokar keliling Denpasar secara gratis. Ini adalah pengalaman pertama saya naik dokar. Meski tidak jauh, namun saya menikmati pengalaman naik dokar ini. Kesempatan naik dokar gratis ini datang berhubung saya mengantar doi menjadi MC dalam Lomba Dokar Hias yang diadakan oleh Pemerintah Kota Denpasar bersama KMHDI dalam rangka HUT Kodya Denpasar yang ke-16.

Read more »

Situs-situs Pemerintah, Apa yang Bisa Diharapkan?

Barangkali sebagian besar Pemerintah Kabupaten dan Pemerintah Provinsi telah memiliki situs tersendiri. Di Bali , semua Pemkab dan Kodya telah mempunyai website sendiri. begitu pula dengan Pemerintah Provinsi Bali.

Jika kita amati, setiap situs memiliki keseragaman isi dan desain. Desain jama baheula, sistem kadang ada yang masih menggunakan CMS gratisan….
Read more »

Oleh-oleh dari Launching Bali Blogger Community

Photo diambil dari baliblogger.org, maklum gak bawa kamera

Launching BBC Launching BBC Launching BBC Launching BBC
Read more »

« Previous PageNext Page »